Program Sarjana Ekonomi Bisnis

alvina

Member
Sebagai bidang ekonomi terapan, BA Business Economics mempelajari berbagai faktor yang berkontribusi terhadap keragaman organisasi, dan hubungan perusahaan dengan tenaga kerja, pasar dan modal melalui analisis kuantitatif. Ini berbeda dengan bidang ekonomi terapan lainnya, seperti ekonomi pertanian, ekonomi kesehatan dan ekonomi demografis, karena ia berusaha untuk langsung mempelajari ekonomi perusahaan bisnis (dibandingkan dengan mempelajari sektor tertentu secara keseluruhan, seperti kesehatan atau pertanian).

BA di bidang Ekonomi Bisnis adalah program yang sangat populer bagi siswa yang ingin bekerja di dunia usaha; lulusannya secara konsisten membuktikan diri sebagai salah satu yang paling dipekerjakan di kalangan lulusan ekonomi. Sebagai gelar BA, program Bisnis Ekonomi biasanya lebih berfokus pada aspek sosio-politik ekonomi bisnis. Kursus yang diajarkan meliputi antropologi, psikologi, sejarah ekonomi dan ekonomi masyarakat. Perhatian besar ditempatkan di pemikir ekonomi terkenal, seperti Karl Marx, Adam Smith dan John Maynard Keynes.

Mata pelajaran ekonomi bisnis inti aktual bervariasi dari universitas ke universitas, dengan beberapa berfokus terutama pada ekonomi manajerial dan ekonomi industri. Ekonomi bisnis tidak jarang dianggap identik dengan ekonomi bisnis (misalnya, menerapkan prinsip ekonomi untuk menciptakan praktik bisnis terbaik); Ekonomi untuk bisnis diajarkan sebagai ekonomi bisnis di universitas-universitas ini dimana perbedaan antara keduanya tidak dibuat. Di sisi lain, beberapa perguruan tinggi cenderung membingkai program ekonomi bisnis mereka lebih pada tata kelola perusahaan, analisis investasi, strategi bisnis, akuntansi dan penganggaran.
 

alvina

Member
Mulai tahun ini, lulusan mahasiswa dari program studi (Prodi) Manajemen dan Akuntansi tidak lagi menggunakan gelar Sarjana Ekonomi (S.E). Selepas prosesi wisuda, kini mahasiswa akan menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M) untuk Prodi Manajemen dan Sarjana Akuntansi (S.A) untuk Prodi Akuntansi.

Menurut Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen, Imronudin menuturkan bahwa perubahan ini hanya untuk memperjelas gelar yang ada di Ekonomi. Sebelumnya, semua prodi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memiliki gelar yang sama yaitu S.E.

Menurutnya, perubahan gelar ini tidak akan berpengaruh pada lapangan pekerjaan. Perubahan ini hanya untuk memperjelas nama lulusan pada gelar. “Harapannya lebih jelas dan spesifik sehingga perusahaan yang mencari lulusan Ekonomi lebih paham mana yang lulusan Akuntansi, Manajemen ataupun Ekonomi Pembangunan,” ungkap Imronudin, Rabu (11/10/2018).

Perubahan gelar ini merujuk pada Surat Keputusan (SK) Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia Nomor 154/M/KPT/2014 tentang ilmu pengetahuan dan teknologi serta lulusan perguruan tinggi.Perubahan ini berlaku bagi setiap universitas di Indonesia.

Implementasi aturan tersebut belum sepenuhnnya menyeluruh di semua universitas. Bahkan di kalangan mahasiswa sendiri masih merasa asing dengan perubahan tersebut lantaran kurangnya sosialisasi. Di UMS sendiri perubahan tersebut baru diterapkan pada wisuda bulan lalu.

Mahasiswa Manajemen, Rizkiawan Andi Wijaya mengapresiasi kebijakan baru tersebut lantaran dinilai gelar lulusan menjadi lebih terperinci dan spesifik. “Harapannya dengan perubahan gelar ini tidak akan memengaruhi ataupun mempersempit lapangan pekerjaaan lulusan Ekonomi,” Selasa
 

alvina

Member
Gelar sarjana adalah gelar yang ditawarkan oleh Universitas dan perguruan tinggi ketika mahasiswa menyelesaikan program studi. Sebagian besar program sarjana berlangsung selama tiga atau empat tahun dengan beberapa berlangsung hingga tujuh tahun.

Mereka yang mempelajari ilmu ekonomi pertama dan terutama mempelajari perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro. Ekonomi mikro melibatkan perilaku pasar individu, seperti rumah tangga dan perusahaan, dan interaksi mereka. Makroekonomi, di sisi lain, melibatkan melihat seluruh perekonomian secara keseluruhan.
 
Top